Bandarq – Operator Kasino Makau Menarget Pemain Millenium

Siapa sih dari yang suka bermain di bandarq yang tidak pernah mendengar Macau? Yah, kota kasino terbesar di Asia yang juga dijuluki sebagai Las Vegas Asia tersebut merupakan tempat hiburan bagi para wisatawan dan terlebih lagi kepada para pemain amaatir hingga profesional judi. Tapi tahukah kamu, untuk menjaga kelangsungan kasino-kasino di Macau tentunya diperlukan biaya operasional yang besar. Untuk itu diperlukan juga dana yang besar untuk mengelolanya.

Dengan masa depan pasar perjudian VIP di Macau yang masih belum pasti, operator kasino Galaxy Entertainment Group Limited telah melaporkan bahwa pihaknya menargetkan pemain “milenial” untuk menjamin masa depan bisnisnya dalam jangka panjang.

Menurut sebuah laporan yang berasal dari surat kabar South China Morning Post pekan lalu, berita di atas tersebut diungkapkan oleh Francis Lui Yiu-Tung, Wakil Ketua untuk operator kasino yang berbasis di Hong Kong, dalam sebuah wawancara di sela-sela pameran dagang Asia, Global Gaming Expo (G2E).

Para generasi milenium kini sedang tumbuh [dan] mereka merupakan pelanggan berusia muda yang merangkul teknologi dan berpikir secara berbeda,” kata Lui 61 tahun kepada surat kabar tersebut. “Itulah hal-hal yang kami coba pahami lebih lanjut untuk memastikan Makau akan tetap bersaing dan bertahan dalam jangka panjang.”

Galaxy Entertainment Group Limited yang terdaftar di Hong Kong hanyalah satu dari enam pemegang konsesi yang memegang lisensi kasino dari pihak berwenang di daerah jajahan Portugis sebelumnya dan bertanggung jawab atas tempat-tempat Galaxy dan Jalur Broadway di Cotai Strip Macau bersama dengan properti StarWorld Macau di semenanjung Macau.

Setelah mengalami penurunan pendapatan kotor gabungan selama 26 bulan, pasar kasino Makau baru-baru ini mencatat kenaikan bulanan kesembilan berturut-turut. Meskipun dilaporkan kinerja pasar Makau akhir-akhir ini “kuat” dan “menggembirakan”, Lui mmenyatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah momentum ini akan terus berkelanjutan.

“Pemulihan selama beberapa bulan terakhir mungkin berkaitan dengan nilai mata uang atau keadaan likuiditas di Cina,” Lui, yang merupakan orang terkaya keenam di Hong Kong dengan perkiraan kekayaan pribadi lebih dari $ 9 miliar, mengatakan kepada South China Morning Post.

Meskipun surat kabar tersebut melaporkan bahwa penjudi VIP yang menikmati permainan kartu seperti bakarat yang menyebabkan kenaikan pendapatan kotor Macau hingga posisi sekarang sebagai ibukota perjudian dunia, Lui menjelaskan bahwa kasino-kasino tersebut seharusnya menargetkan ‘generasi milenium’, yang merupakan kelahiran antara awal 1980an dan Akhir 1990-an, agar tetap bermain.

“Kami tahu bahwa para ‘generasi milenium’ ini menyukai gadget dan teknologi,” ungkap Lui kepada South China Morning Post. “Mungkin hanya diperlukan tipe permainan yang berbeda.”

Tags :

About the Author